Kamis, 04 Juli 2013

resume buku mansour faqih



BEDAH BUKU MANSOUR FAKIH
ANALISIS GENDER DAN TRANSFORMASI SOSIAL
Musayyidatul Ummah

konsep penting yang perlu dipahami dalam rangka membahasa masalah kaum permpuan adalah membedakan antara konsep seks dan konsep gender. pemahaman dan pembedaan antara konsep seks dan gender sangatlah diperlukan dalam melakukan analisis untuk memahami persoalan-persoalan ketidakadilan sosial yang menimpa kaum perempuan. hal ini disebabkan karena ada kaitan erat antara perbedaan gender (gender differences) dan ketidak adilan gender (gender inequalities) dengan struktur ketidakadilan masyarakat secara lebih luas.
pengungkapan masalh perempuan dengan menggunakan analisis gender sering menuai perlawanan, baik dari kaum laki-laki ataupun dari perempuan sendiri. perlawan ini diidentifikasi muncul karena, pertama, analisis ini mempertanyakn status kaum perempuan yang pada dasarnya adalah mempersoalkan sistem dan struktur yang sudah mapan, bahkan mempertanyakan posisi kaum perempuan pada dasarnya adalah berarti mengguncang struktur dan sistem status quo ketidakadilan tertua dalam masyarakat. kedua, banyak terjadi kesalahpahaman tentang mengapa kaum perempuan harus dipertanyakan? kesulitan lain, dengan mendiskusikan soal gender pada dasarnya berarti membahas hubungan kekuasan yang sifatnya sangat pribadi, yakni menyangkut dan melibatkan individu kita masing-masing serta mengguat privillage yang kita miliki dan dan sedang kita nikmati selama ini.
seks sendiri dalam buku mansour fakih berearti jenis kelamin atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu. sedangkan gender merupakan suatu sifat yang melekta pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi  secara sosial maupun kultural. semua hal yang dapat dipertukarkan antara sifat sifat perempuan dan laki-laki, yang bisa berubah dari waktu ke waktu serta berbeda dari tempat ke tempat lainnya, maupun berbeda dari suatu kelas ke kelas yang lain, itulah yang dikenal dengan konsep gender.
perbedaan gender antara jenis laki-laki dan perempuan terjadi melalui prose yang sangat panjang. oleh karena itu terbentuknya perbedaan-perbedaan gender dikarenakan oleh banyak hal, diantaranya dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksi secara sosial atau kultural, melalui ajaran keagamaan maupun negara. melalui proses panjang, sosialisasii gender tersebut akhirnya dianggap menjadi ketentuan tuhan, seolah-olah bersifat biologis yang tidak bisa diubah lagi, sehingga perbedaan-perbedaan gender dianggap dan dipahami sebagi kodrat laki-laki dan kodrat perempuan.
melalui dealektika, konstruksi, sosial gender yang tersosialisasikan secara evolusional dan perlahan-lahan mempengaruhi biologis masing-masing jenis kelamin. dalam menjernihkan perbedaan antara seks dan gender ini, yang jadi masalah adalah kerancuan dan ppemuarbalikan makna tentang apa yang disebut seks dan gender. dewasa ini terjadi peneguhan yang tidak pada tempatnya di masyarakat, dimana apa yang sesungguhnya gender, karena pada dasarnya konstruksi sosial justru dianggap sebagai kodrat yang berarti ketentuan biologis atau ketentuan tuhan. justru sebagian besar yang dewasa ini sering dianggap atau dinamakan sebagai “kodrat wanita” adalah konstruksi sosial dan kultural atau gender.
analisais kritis tentang bagaimana ketidakadilan gender dan ketidakpekaan terhadap masalah gender telah mempengaruhi pelbagai ideologi besar seperti teori-teori ilmu sosial tentang pembangunan. hampir semua teori ilmu social tentang pembangnan yang sangat berpengaruh terhadap nasib berjuta-juta umat manusia telah dikembangkan tanpa mempertimbangkan masalh gender. akibatnya pembangunan yang semboyannya untuk mensejahterakan dan menjawab tantangan kemiskinan dan keterbelakangan bangsa-bangsa dunia ketiga tersebut justru telah mengakibatkan keterbelakangan kaum perempuan. tanpa analisis gender, diskursus pembangunan telah gagal menjawab kebutuhan strategis kaum perempuan, yakni suatu proses jangka panjang untuk mentransformasikan baik keyakinan dan ideology ketidakadilan gender maupun struktur kekuasaan yang tidak adil yang dibangun berlandaskan keyakinan dan ideology gender.
pengertian konsep dasar pembangunan sesunguhnya tidak ada konsep dalam ilmu-ilmu social yang serumit san sesamar kata tersebut. istilah pembangunan dipakai dalam bermacam-macam konteks dan sering kali dipergunakan dalam konotasi politik dan ideology tertentu. kata pembangunan sangat tergantung pada konteks siapa yang menggunakan dan untuk kepentingan apa.
konsep pembangunan serta modernsasi yang kemudian serta merta dianut oleh berjuta-juta rakyat dunia ketiga, pada dasarnaya merupakan refleksi paradigm barat tentang perbahan social. pembangunan diidentifikasikan dengan gerak langkah demi langkah menuju modernitas yang lebih tinggi (higher modernity). disebagian besar dunia ketiga interpretasi konsep pembangunan dipahami melulu sebagai perbaikan umum dalam standar hidup.
ideology dan teori modernisasi dan pembangunan yang kini menjadi arus utama teori dan praktik perubahan social itu, justru menciptakan pelbagai ketidakadilan dan melanggengkan struktur ekonomi yang tidak adil dan ketergantungan; menguatkan proses dominasi kultur dan pengetahuan, memperkokoh penindasan politik, hingga mempercepat perusakan lingkungan salah satu akibat yang relevan untuk dibicarakan adalah modernisasi telah melanggengkan pendominasian terhadap perempuan. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar